Langsung ke konten utama

Keluarga itu Bernama Jong Sumatera

Beberapa hari menjelang FIM 11 dimulai
ada pengumuman penting (katanya)
kami 135 peserta dibagi menjadi 8 kelompok
yang kemudian diberi nama sesuai jong saat sumpah pemuda berlangsung

setelah ngecek web FIM
sempet bingung juga
kok nama saya gak ada ya?
eh ternyata ada di jong paling buncit


JONG SUMATERA

awalnya sempet bingung juga
coz gak ada yang dikenal deket
tapi...
memang rencana Allah selalu indah



disini malah aku dipertemukan orang - orang berbeda latar belakang
yang kaya rasa dan budaya

bang Taufik sang kepala suku
bang didit yang sering ilang
bang hadi yang sibuk dgn hapenya #ups
zul aktivis kelas berat yang gak bisa di 'mute'
alfian adik kecil yang polos
bang fajri yang ternyata kakak kelas dan tetangga depokku
howard yang pendiem abis tapi sekali ngomong dalem bgt
izzat abi2 yang hobi saman & gak lepas dari hape ditangannya
bang doni yg hobi maga - maga pas latihan pensi
mas Iman yang jawa banget

mba mytha yang bijaksana bgt
mba wayan yang selalu ceria dan menularkannya pada kami
vivi yang semangatnya super duper
tika adik kecil yang gak bisa diem
vivin akhwat terawat yang gak bisa kena panas #pabrik
dian sang SR yang mengayomi banget #inget mimisan tengah malem

dan

bang hamim yang setia menemani kita #kecuali pagi hari

semua kalian menjadi memori yg menginspirasi
tujuh hari untuk selamanya

















ingat saat - saat bersama kalian
saat bkin grup di FB jong sumatera yang membahas mau pake baju apa
saat ngeliat latihan saman
saat panas - panasan jalan kaki ke kelurahan
saat makan bakso di tempat yg minimalis itu
saat makan es krim ditemani sharing hangat dan airmata
saat ketegangan menjelang pertunjukkan
saat foto kepanasan deket pos satpam
saat naik angkot dempet2an pulang dari rumbel
saat latihan sampe tengah malam dengan mata setengah watt
saat nonton debat yang selow banget
dan banyak moment lain yang tak tergantikan

disitulah aku belajar keberagaman
menghargai seseorang dengan apa yang dimiliki
17 hati mengajarkanku arti berbagi
berbagi peran dan wewenang
berbagi emosi dan egosentris
berbagi euforia dan ide murni

belajar menerima
menerima diri masih banyak koreksi
menerima lingkungan baru walau kadang agak malu - malu
menerima pemikiran yang baru dan berbeda jalur
menerima perilaku yang belum tersentuh

wuah..
kalian tuh
sesuatu banget dah
gak nyangka akan seerat ini persaudaraannya














Wong Kito Galo...
eeeeaaaaaaaaaaaaaaaaa :D

missing you all ;)
*sampe kebawa mimpi beneran

Komentar

  1. Seandainya kau tau apa yang sedang terjadi sehingga mengapa aku terus megang hape :s

    BalasHapus
  2. dan aku tak kuasa menorehkan kata2ku
    karena keluarga ini tak terlukiskan oleh kata...

    BalasHapus
  3. @kan doni
    wui.. so sweet banget kang

    BalasHapus
  4. wooww...
    Amal kereenn deh..great observer.. ^^

    Izzat: seandainya kau crita kan kita ga perlu berandai2.. :DD

    Hoho..terharu sy baca posting ini...cool!! ^^

    BalasHapus
  5. sungguh sedih ketika harus menuliskan komentar untuk setiap tulisan FIMaga.
    adakah sesuatu yang bisa lebih mewakili dirimu agak tampak lebih nyata bagiku?
    FIM 11 harusnya setahun ya... :)

    BalasHapus
  6. @mba myth..
    gaya tulisanku memang lebih ekspresif..
    jadi malu :')

    iye izzat tertutup kaya aku pas awal2..

    @bang doni
    sepertinya masih banyak yang bisa diceritakan tentang rasa dan asa Jong Sumatera
    kalo setahun bangkrutlah bunda en om elmir

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter Kandungan Depok

Assalamualaikum Dear buibu shalihat para bumil yang lagi cari referensi calon istri yang lagi belajar tulisanku ini untuk kalian yang ingin menjaga Yup kehamilan pertama ini banyak hal yang dipelajari SANGAT BANYAK HAL X) Salah satu yang menjadi konsentrasi saya adalah masalah dokter kandungan aih gak kebayang kalau harus ada laki2 selain suami yg ngeliat organ dalem itu T_T bukan cuma ngeliat tapi juga pegang2 dan masukkan tangannya (kalau lagi PD) karna itu saya amat strik untuk cari dokter kandungan Alhamdulillah di depok kotaku tercinta ini, cukup banyak alternatif Kalau saya sendiri kaya kutu loncat tergantung mood dan kondisi periksanya kalau lagi pengen banget, bela2in ke dokter yg jauh kalau lagi sakit bgt & gak kuat, pasrah ke yang dekat aja ada 3 dokter yang sudah pernah saya periksa 1. Dokter Patmawati Beliau bisa ditemui di RSUD, Klinik di jembatan serong (lupa namanya) sama di Bidan Yuni (Perumahan samping BDN khusus hari kamis utk USG) Dok...

Budaya Komentator

Pernah naik angkutan umum? entah bis kota, busway, commuter line bahkan getek sekalipun sekali - kali cobalah ajak sesama pengguna kendaraan itu berbincang memang dasarnya insan - insan negeri ini kental dengan budaya ramah tamah mayoritas akan dengan tanggapnya menjawab apa yang kita tanyakan gak percaya? ah, saya sering sekali mencobanya awalnya bertanya tentang tinggal dimana, atau beli sepatu dimana lama - lama akan kau dengar keluhan tentang bangsa kita dan uniknya semua orang BISA BERPENDAPAT! ya.. semua pembahasan akan berujung tentang carut marutnya negeri kita miris memang dan biasanya karena wajah saya yang imut - imut mereka bisa mengenali bahwa saya masih mahasiswa "Buat apa mahasiswa aksi kejalan, nambah macet aja" "ah, saya mah gak percaya lagi sama mahasiswa, mereka aja sering bolos dan nyontek" "mahasiswa sama saja dengan buruh, melakukan sesuatu demi uang" apatisme yang tinggi dan ekpektasi tajam ...

Harusnya Kita (Ber) Saudara

Obrolan ringan dalam perjalanan pulang dari tanah abang ke Depok kemarin siang tentang batalnya konser lady gaga di negeri tercinta tapi bukan itu yang mau dibahas sekarang yang jadi tuing ting di kepala malah tentang negara tetangga secara teritorial Malaysia negeri jiran yang menyimpan kearifan yang serupa dengan Indonesia Bahasa, nuansa, rupa dan keanekaragaman yang merumpun kita dalam satu kata : Melayu Sangat berbeda dengan tetangga teritorial yang sebelahnya lagi : Singapura berbeda dalam banyak hal. terlebih tentang kebijakan politik yang pro terhadap investor itu *agak malas nyebutnya* akhirnya laptop dibuka, kabel spee*y dipasang, google chrome dinyalakan dan bertemulah saya dengan artikel yang sepaham dengan apa yang ingin saya tulis dan ceritakan *tentunya dengan bahasa lebih sistematis* Indonesia tidak akan menoleransi tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk menggeser tapal batas. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bic...