Langsung ke konten utama

Reuni ala Kami part 1



Ayey, dapet kabar ada beberapa saudaraku di FIM Jong Sumatera yang lolos YLS. Berarti mereka akan dating ke pulau jawa, walaupun ada juga yang dari bandung. Meraka adalah bang Taufiq, Bang doni dan Vivi.  Menunggu mereka selesai acara, karena aku telah berjanji akan menemani mereka saat di depok dan tidak ingin menjadi orang yang dituliskan di ash-shaff ayat 2-3 maka akupun menyiapkan diri menjadi tour guide amatiran.

Hari pertama

Jam 7 pagi dikagetkan dengan telepon dari bang donii yang mengabarkan mereka akan berangkat saat ini dari rawamangun tempat mereka bermalam. Sekedar info saja, FIM punya ‘orangtua’ yang rumahnya diperkenankan dijadikan markas dan basecamp saat ada kunang-kunang yang hinggap di ibukota. Rombongan ini bermalam di rumah bunda.

Akhirnya dengan mengucap basmallah dan ketetapan hati yang mantap, kusingkirkan dahulu laporan job training yang membuat hening hidupku ini.

Kemudian menghubungi bang fajri geng jong sumatera depok untuk janjian di meeting point seperti yang di rencanakan. Perpustakaan Baru UI Depok. Dan mbak myta, geng jong sumatera asli semarang yang sebelumnya sedang tes S2 UI. Katanya beliau ambil kkajian eropa.. wuiz… ma’an najah mbak J
Dan disepakatilah, jam 9 kami janjian di perpustakaan untuk menyambut rombongan si berat. Ups. Tapi bang fajri ada urusan dulu katanya, jadi hanya aku dan mbak myta yang ketemuan awal disana. Dan mbak myta yang paling ontime, jam 9 kurang beliau sudah sampai TKP. Sedangkan aku masih terjebak macet. Belom disebut orang depok kalo belum pernah merasakan macet di sawangan. Masya Allah, jadi merasa zalim sama mbak myta. Afwan ya mbak.. 

Sudah mau sampai TKP baru dapet kabar ternyata mereka belum juga berangkat karena mendapat sarapan bergizi dari pak Elmir dan bunda Tatty dulu sebelum berangkat ke depok. Depok rawamangun ya. lumayan
Dan kamipun bertemu di halte stasiun UI. Dengan baju merah marunnya yang matching dengan sepatu dan hapenya, mbak myta memang tampak bosan menungguku. Dan tak menunggu lama, kami mendapat bis poltek (sebut saja bipol)  kearah masjid Ui. Naik bipol dan turun di Masjid Ui itu juga kelewatan karna bapak bipolnya gak berhenti. Hikz. Tapi tak apalah jalan sedikit.

Kami berduapun bergegas menuju perpustakaan baru nan megah itu. Masuk kedalam dan duduk ngadem. Cukup lama kami di dalamnya, sempat berbincang masalah event dan masa depan (ekhm) kami berputar – putar melihat perpus yang mirip mall ini. Hingga terpaku di suatu toko buku dan berkeliling disana. Wow, buku bumi manusia pramoedya ananta toer sudah ada yang berbahasa inggris dan harganya expensive bro! dan mbak myta tampaknya sedang menimbang – nimbang mau beli novel yang mana, namun sayangnya tak ada novel yang beliau cari, jadi kamipun keluar tanpa berkurang persediaan dana di kantong. 


Pindah spot menungguuuu.. seperti ingin mendendangkan lagu ayu ting – ting..
Dimana.. dimana.. dimana…. Nih yang dari rawamangun mana dah?

to be continue


Komentar

  1. sarapan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk makanan, tapi juga tentang wawasan kebangsaan, jadi terlena dan membuat menunggu lama yang di depok, hehe
    ditunggu part 2 nya bu amal,

    BalasHapus
  2. luar biasa memang mereka itu..
    part 2 nya setelah saya sidang insya Allah

    BalasHapus
  3. wah.. hamasah untuk sidangnya ya,
    semoga tidak sampai babak belur.. hehe..
    Ya Allah mudahkanlah..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter Kandungan Depok

Assalamualaikum Dear buibu shalihat para bumil yang lagi cari referensi calon istri yang lagi belajar tulisanku ini untuk kalian yang ingin menjaga Yup kehamilan pertama ini banyak hal yang dipelajari SANGAT BANYAK HAL X) Salah satu yang menjadi konsentrasi saya adalah masalah dokter kandungan aih gak kebayang kalau harus ada laki2 selain suami yg ngeliat organ dalem itu T_T bukan cuma ngeliat tapi juga pegang2 dan masukkan tangannya (kalau lagi PD) karna itu saya amat strik untuk cari dokter kandungan Alhamdulillah di depok kotaku tercinta ini, cukup banyak alternatif Kalau saya sendiri kaya kutu loncat tergantung mood dan kondisi periksanya kalau lagi pengen banget, bela2in ke dokter yg jauh kalau lagi sakit bgt & gak kuat, pasrah ke yang dekat aja ada 3 dokter yang sudah pernah saya periksa 1. Dokter Patmawati Beliau bisa ditemui di RSUD, Klinik di jembatan serong (lupa namanya) sama di Bidan Yuni (Perumahan samping BDN khusus hari kamis utk USG) Dok...

Budaya Komentator

Pernah naik angkutan umum? entah bis kota, busway, commuter line bahkan getek sekalipun sekali - kali cobalah ajak sesama pengguna kendaraan itu berbincang memang dasarnya insan - insan negeri ini kental dengan budaya ramah tamah mayoritas akan dengan tanggapnya menjawab apa yang kita tanyakan gak percaya? ah, saya sering sekali mencobanya awalnya bertanya tentang tinggal dimana, atau beli sepatu dimana lama - lama akan kau dengar keluhan tentang bangsa kita dan uniknya semua orang BISA BERPENDAPAT! ya.. semua pembahasan akan berujung tentang carut marutnya negeri kita miris memang dan biasanya karena wajah saya yang imut - imut mereka bisa mengenali bahwa saya masih mahasiswa "Buat apa mahasiswa aksi kejalan, nambah macet aja" "ah, saya mah gak percaya lagi sama mahasiswa, mereka aja sering bolos dan nyontek" "mahasiswa sama saja dengan buruh, melakukan sesuatu demi uang" apatisme yang tinggi dan ekpektasi tajam ...

Harusnya Kita (Ber) Saudara

Obrolan ringan dalam perjalanan pulang dari tanah abang ke Depok kemarin siang tentang batalnya konser lady gaga di negeri tercinta tapi bukan itu yang mau dibahas sekarang yang jadi tuing ting di kepala malah tentang negara tetangga secara teritorial Malaysia negeri jiran yang menyimpan kearifan yang serupa dengan Indonesia Bahasa, nuansa, rupa dan keanekaragaman yang merumpun kita dalam satu kata : Melayu Sangat berbeda dengan tetangga teritorial yang sebelahnya lagi : Singapura berbeda dalam banyak hal. terlebih tentang kebijakan politik yang pro terhadap investor itu *agak malas nyebutnya* akhirnya laptop dibuka, kabel spee*y dipasang, google chrome dinyalakan dan bertemulah saya dengan artikel yang sepaham dengan apa yang ingin saya tulis dan ceritakan *tentunya dengan bahasa lebih sistematis* Indonesia tidak akan menoleransi tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk menggeser tapal batas. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bic...