Langsung ke konten utama

Syari'at Tetap Membataskan

Tetiba inget nasyid lawas
"Sebelum diijab kabulkan, syari'at tetap membetaskan"
*ini lagunya siapa yak?*

tetiba inget sodara-sodari yang lagi proses
proses apelagi kalo bukan menuju genapin setengah dien

hmm..
belom nikah bukan brarti kagak pernah proses
*pembelaan diri*

*setel bahasa lebih keren dulu*

Dua insan yang ingin meneruskan perjuangan pada jenjang yg lebih tinggi
yakni pernikahan, dan berkomitmen tak ingin melakukan hubungan yg tak direstuiNya
maka ta'aruf adalah pilihan tepat dan efektif
(insya Allah sudah banyak yg membuktikannya)

Banyak jalan yang dapat dilalui
tak ada yang saklek dalam memulai ta'aruf
bisa saran dari mbak dan abang (baca guru ngaji)
request nama langsung trus diproses
dari temen yang udah nikah
atau dari orang tua yang sudah paham proses beginian

Yang pasti pelibatan pihak ketiga & terukurnya waktu proses
menjadi perbedaan antara ta'aruf dengan pacaran
*okesip, sya gak akan panjang2 bahas ttg ini*

Hakikatnya
ta'aruf adalah proses pengenalan calon pasangan hidup
banyak hal yang dipersilahkan untuk ditanyakan terkait hidup berrumah tangga kelak
dari mulai kepribadian, kondisi keluarga, visi misi & harapan yg dibangun
sampe perintilan masalah supplier walimah

Sebenarnya ta'aruf ini membuat kita tak membeli kucing dalam karung
karena ada proses yg mengizinkan kita untuk saling mengenal

Wajar makanya banyak kekagetan2 saat proses ta'aruf
kok kagak sesuai CV?
Kok ternyata begini?
Kok ? kok? kok? dan banyak kok lagi
Ya emang karena ia adalah makhluk lain yg kita tak kenal
jadi pahami & terima dengan lapang dada, karna diri ini pun belum sempurna kan?
*iya ngaku deh mal*

Namun yang perlu digarisbawahi adalah...
dua insan ini tetap bukan siapa-siapa
status mereka belum halal seperti nasyid diatas

kagak ada tuh yg namanya boleh jalan bareng
sentuhan, khalwat, dan segala macem yg mendekati zina
karena status mereka yg sama2 belum siapa-siapa

Buat yang akhwat
sambil nunggu proses itu
atau ygn lagi proses dan menunggu tanggal
Yuk persiapkan diri lagi buat jadi istri
santap habis bku fiqh wanita
pelajari lagi cara mendidik anak
pahami lagi bagaimana membahagiakan pasangan
masih banyak deh yg ternyata belum dipahami
daripada kaget pas sudah sah, mending dipelajari dari sekarang
*sok tua lu mal, eits ini pengalaman yg ude pade nikah*

Buat yang ikhwan
tetep jaga hati bro
ente belom jadi siapa2
siapin diri lagi secara mental bakal jadi pemimpin orang baru
siapin secara emosional, finansial, spiritual dan semuanya deh
kalian lebih paham dah
*kan aye mah akhwat*


























So,
buat yang on progress
belum layak didoakan Barakallahu lakuma wa barak alaikuma wa jama'a bainakuma fi khair
Tapi cukup doakan "Barakallah" :D
Semoga prosesnya berkah
bertambah kebaikan didalamnya :')

#Depok. 6 September 2012
tetiba nulis beginian, inget si adek kandung yg udah nikah dan hari ini milad

Komentar

  1. *kena deh pertanyaan ini*
    Doakan Insya Allah segera #kalem

    CV itu kayak proposal hidup, mau dibawa kemana pernikahannya :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter Kandungan Depok

Assalamualaikum Dear buibu shalihat para bumil yang lagi cari referensi calon istri yang lagi belajar tulisanku ini untuk kalian yang ingin menjaga Yup kehamilan pertama ini banyak hal yang dipelajari SANGAT BANYAK HAL X) Salah satu yang menjadi konsentrasi saya adalah masalah dokter kandungan aih gak kebayang kalau harus ada laki2 selain suami yg ngeliat organ dalem itu T_T bukan cuma ngeliat tapi juga pegang2 dan masukkan tangannya (kalau lagi PD) karna itu saya amat strik untuk cari dokter kandungan Alhamdulillah di depok kotaku tercinta ini, cukup banyak alternatif Kalau saya sendiri kaya kutu loncat tergantung mood dan kondisi periksanya kalau lagi pengen banget, bela2in ke dokter yg jauh kalau lagi sakit bgt & gak kuat, pasrah ke yang dekat aja ada 3 dokter yang sudah pernah saya periksa 1. Dokter Patmawati Beliau bisa ditemui di RSUD, Klinik di jembatan serong (lupa namanya) sama di Bidan Yuni (Perumahan samping BDN khusus hari kamis utk USG) Dok...

Budaya Komentator

Pernah naik angkutan umum? entah bis kota, busway, commuter line bahkan getek sekalipun sekali - kali cobalah ajak sesama pengguna kendaraan itu berbincang memang dasarnya insan - insan negeri ini kental dengan budaya ramah tamah mayoritas akan dengan tanggapnya menjawab apa yang kita tanyakan gak percaya? ah, saya sering sekali mencobanya awalnya bertanya tentang tinggal dimana, atau beli sepatu dimana lama - lama akan kau dengar keluhan tentang bangsa kita dan uniknya semua orang BISA BERPENDAPAT! ya.. semua pembahasan akan berujung tentang carut marutnya negeri kita miris memang dan biasanya karena wajah saya yang imut - imut mereka bisa mengenali bahwa saya masih mahasiswa "Buat apa mahasiswa aksi kejalan, nambah macet aja" "ah, saya mah gak percaya lagi sama mahasiswa, mereka aja sering bolos dan nyontek" "mahasiswa sama saja dengan buruh, melakukan sesuatu demi uang" apatisme yang tinggi dan ekpektasi tajam ...

Harusnya Kita (Ber) Saudara

Obrolan ringan dalam perjalanan pulang dari tanah abang ke Depok kemarin siang tentang batalnya konser lady gaga di negeri tercinta tapi bukan itu yang mau dibahas sekarang yang jadi tuing ting di kepala malah tentang negara tetangga secara teritorial Malaysia negeri jiran yang menyimpan kearifan yang serupa dengan Indonesia Bahasa, nuansa, rupa dan keanekaragaman yang merumpun kita dalam satu kata : Melayu Sangat berbeda dengan tetangga teritorial yang sebelahnya lagi : Singapura berbeda dalam banyak hal. terlebih tentang kebijakan politik yang pro terhadap investor itu *agak malas nyebutnya* akhirnya laptop dibuka, kabel spee*y dipasang, google chrome dinyalakan dan bertemulah saya dengan artikel yang sepaham dengan apa yang ingin saya tulis dan ceritakan *tentunya dengan bahasa lebih sistematis* Indonesia tidak akan menoleransi tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk menggeser tapal batas. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bic...