Langsung ke konten utama

Malu aku malu :')


Malu aku malu
Malu pada Allah
Malu dengan segenap potensi yang diberikan
Masih segini segini aja kualitas hidupnya =.=
Kuantitas tidak merefleksikan kualitas
Namun kuantitas jadi tolak ukur seberapa banyak karya yang dihasilkan

Melirik ke belakang
Sudah apa saja yang kuperbuat untuk memperbaiki bangsa ini

Belajar sungguh – sungguh di kelas?
Aku sama sekali bukan tipe yang seperti ini

Berkarya dengan tulisan?
Tulisanku yang mana yang mampu mentransformasi kebaikan kepada orang lain?

Berkontribusi di kampus?
Aktivitas yang mana yang disebut kontribusi?

Berusaha tidak korupsi?
Ups, kayaknya banyak korupsi waktu kuliah deh
*ngaku aja mal

Beraksi turun di jalan?
Sudahkah kau luruskan niatnya untuk membela rakyat?

Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
Betapa merugi aku ini,
Sementara diluar sana

Banyak Muslim yang dengan sekuat tenaganya menorehkan prestasi untuk Islam

Teringat

Teringat Muhammad Al Fatih
Sang penakluk konstatinopel yang mampu menaklukan seorang “Dracula”

Teringat Shalahuddin Al Ayubbi
Panglima perang dengan strategi yang luar biasa yang membebaskan negeri Syam

Teringat Harun Al- Rasyid
Polymath yang pada masa pemerintahannya, Baghdad menjadi kota yang tidak ada tandingan di seluruh dunia dan menaklukan Byzantium diusianya ke 18.

Teringat Umar Bin Abdul Aziz
Khalifah yang menjabat ketika di tahun keduanya, tak ada lagi kaum miskin yang berhak disedekahi

Teringat Umar bin Khattab
Bahkan syaitanpun lari berhadapan dengannya

Teringat Khalid bin Walid
Berpuluh bahkan ratusan kemenangan dibawah kendalinya di medan perang

Dan terakhir
Teringat seseorang yang begitu mendunia
Bahkan dikatakan nomer satu di 100 orang paling berpengaruh di dunia sepanjang sejarah

Rasulullah SAW

Apa yang dapat kupertanggungjawabkan di akhirat kelak?
Sudah berapa banyak Muslim yang “berislam” dengan tanganku
Sudah berapa banyak Muslim yang tersentuh dengan kata2ku?

Ampuni kami Ya Rabb yang sering lalai

Kini..
Bulan perlombaan itupun hadir
Tinggal menghitung hari lagi
Karena...........

Siap tidak siap hadapilah tembokmu!

#Depok, 20 Juli 2011
Ditengah ketidak jelasan pemanggilan untuk job training, Allah selalu punya cara untuk kita J


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter Kandungan Depok

Assalamualaikum Dear buibu shalihat para bumil yang lagi cari referensi calon istri yang lagi belajar tulisanku ini untuk kalian yang ingin menjaga Yup kehamilan pertama ini banyak hal yang dipelajari SANGAT BANYAK HAL X) Salah satu yang menjadi konsentrasi saya adalah masalah dokter kandungan aih gak kebayang kalau harus ada laki2 selain suami yg ngeliat organ dalem itu T_T bukan cuma ngeliat tapi juga pegang2 dan masukkan tangannya (kalau lagi PD) karna itu saya amat strik untuk cari dokter kandungan Alhamdulillah di depok kotaku tercinta ini, cukup banyak alternatif Kalau saya sendiri kaya kutu loncat tergantung mood dan kondisi periksanya kalau lagi pengen banget, bela2in ke dokter yg jauh kalau lagi sakit bgt & gak kuat, pasrah ke yang dekat aja ada 3 dokter yang sudah pernah saya periksa 1. Dokter Patmawati Beliau bisa ditemui di RSUD, Klinik di jembatan serong (lupa namanya) sama di Bidan Yuni (Perumahan samping BDN khusus hari kamis utk USG) Dok...

Budaya Komentator

Pernah naik angkutan umum? entah bis kota, busway, commuter line bahkan getek sekalipun sekali - kali cobalah ajak sesama pengguna kendaraan itu berbincang memang dasarnya insan - insan negeri ini kental dengan budaya ramah tamah mayoritas akan dengan tanggapnya menjawab apa yang kita tanyakan gak percaya? ah, saya sering sekali mencobanya awalnya bertanya tentang tinggal dimana, atau beli sepatu dimana lama - lama akan kau dengar keluhan tentang bangsa kita dan uniknya semua orang BISA BERPENDAPAT! ya.. semua pembahasan akan berujung tentang carut marutnya negeri kita miris memang dan biasanya karena wajah saya yang imut - imut mereka bisa mengenali bahwa saya masih mahasiswa "Buat apa mahasiswa aksi kejalan, nambah macet aja" "ah, saya mah gak percaya lagi sama mahasiswa, mereka aja sering bolos dan nyontek" "mahasiswa sama saja dengan buruh, melakukan sesuatu demi uang" apatisme yang tinggi dan ekpektasi tajam ...

Harusnya Kita (Ber) Saudara

Obrolan ringan dalam perjalanan pulang dari tanah abang ke Depok kemarin siang tentang batalnya konser lady gaga di negeri tercinta tapi bukan itu yang mau dibahas sekarang yang jadi tuing ting di kepala malah tentang negara tetangga secara teritorial Malaysia negeri jiran yang menyimpan kearifan yang serupa dengan Indonesia Bahasa, nuansa, rupa dan keanekaragaman yang merumpun kita dalam satu kata : Melayu Sangat berbeda dengan tetangga teritorial yang sebelahnya lagi : Singapura berbeda dalam banyak hal. terlebih tentang kebijakan politik yang pro terhadap investor itu *agak malas nyebutnya* akhirnya laptop dibuka, kabel spee*y dipasang, google chrome dinyalakan dan bertemulah saya dengan artikel yang sepaham dengan apa yang ingin saya tulis dan ceritakan *tentunya dengan bahasa lebih sistematis* Indonesia tidak akan menoleransi tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk menggeser tapal batas. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bic...