Langsung ke konten utama

Mudik ke Pekalongan - Part 1 (Review Namira Syariah Hotel)

Assalamualaikum
Alhamdulillah kemarin diberikan kesempatan untuk mudik beneran :D
Biasanya hanya lewat pekalongan & belum pernah menikmati kampung halaman ayah ini, kmarin puas puasin explore kota yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai Kota Batik dunia ini

Setelah browsing2 & baca review, jatuh hatilah saya pada hotel Namira Syariah
Kenapa gak di rumah keluarga aja? Karna kami rombongan &rumahnya gak muat hhe
selain itu juga lebih bebas atur waktu mau kemananya & papa gak mau ngerepotin keluarga


Booking via Traveloka & tinggal sebut nama pemesan saat check in
psstt lebih murah pesan online dibanding saat datang langsung
tambahan extra bed 208.000/orang





Tampak Dalam Superior Room
Kamar yang saya booking 347ribuan di Traveloka
kalau on the spot jadi 400rb, lumayan bedanya bisa buat beli batik lagi
*maafkan lupa ambil foto saat masih rapih





Tampak depan Petunjuk hotel
ini deket banget dari alun-alun Pekalongan
tinggal jalan kaki 5 menit sampai




Salah satu pilihan breakfast
ini soto pekalongan
soto dengan tambahan tauco 
Unik rasanya!




Tersedia kudapan puding & jajanan pasar juga



Staff Hotel yang selalu ramah & membantu



Pilihan breakfast juga ada bubur ayam 


Yang ini roti lumayan


Prasmanan andalan
cuma sedikit pilihan lauknya



Mushola perempuan di lantai 2


Interior lobby yang cantik


Secara keseluruhan saya beri nilai 9/10 untuk hotel Namira Syariah ini

Nuansa islami yang sangat kental dimulai Dari pertama datang disambut dengan salam, murotal di sepanjang lorong, ada mushola di lantai 2 yang terawat baik, staff yang selalu membantu & ramah

Untuk kamar saya dapat di 213 superior room, lumayan spacenya dibanding hotel budget yg pernah saya jumpai. Furniture bersih & sangat terawat. Saluran TV terbatas karna memang konsep syariah membatasi channel hanya yg islami & beberapa tivi lokal. Ada sajadah & mukena serta arah kiblat di tiap kamar sangat membantu untuk shalat. Handuk yg bersih, toiletries lengkap, pancuran yg deras, air panas berfungsi dgn baik hanya sayang kurang keset luar agar air tidak rembes kemana2


Breakfast lumayan banyak pilihannya. Ada bubur ayam, Soto pekalongan, roti panggang, & prasmanan. Saat sarapan di resto penuh, kami dipersilahkan makan di madinah meeting room oleh staffnya yg ramah2


Highly recommended! Dengan akses yg sangat dekat ke alun2 & rate terjangkau. Jazakumullah khairan katsir Namira Syariah




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter Kandungan Depok

Assalamualaikum Dear buibu shalihat para bumil yang lagi cari referensi calon istri yang lagi belajar tulisanku ini untuk kalian yang ingin menjaga Yup kehamilan pertama ini banyak hal yang dipelajari SANGAT BANYAK HAL X) Salah satu yang menjadi konsentrasi saya adalah masalah dokter kandungan aih gak kebayang kalau harus ada laki2 selain suami yg ngeliat organ dalem itu T_T bukan cuma ngeliat tapi juga pegang2 dan masukkan tangannya (kalau lagi PD) karna itu saya amat strik untuk cari dokter kandungan Alhamdulillah di depok kotaku tercinta ini, cukup banyak alternatif Kalau saya sendiri kaya kutu loncat tergantung mood dan kondisi periksanya kalau lagi pengen banget, bela2in ke dokter yg jauh kalau lagi sakit bgt & gak kuat, pasrah ke yang dekat aja ada 3 dokter yang sudah pernah saya periksa 1. Dokter Patmawati Beliau bisa ditemui di RSUD, Klinik di jembatan serong (lupa namanya) sama di Bidan Yuni (Perumahan samping BDN khusus hari kamis utk USG) Dok...

Budaya Komentator

Pernah naik angkutan umum? entah bis kota, busway, commuter line bahkan getek sekalipun sekali - kali cobalah ajak sesama pengguna kendaraan itu berbincang memang dasarnya insan - insan negeri ini kental dengan budaya ramah tamah mayoritas akan dengan tanggapnya menjawab apa yang kita tanyakan gak percaya? ah, saya sering sekali mencobanya awalnya bertanya tentang tinggal dimana, atau beli sepatu dimana lama - lama akan kau dengar keluhan tentang bangsa kita dan uniknya semua orang BISA BERPENDAPAT! ya.. semua pembahasan akan berujung tentang carut marutnya negeri kita miris memang dan biasanya karena wajah saya yang imut - imut mereka bisa mengenali bahwa saya masih mahasiswa "Buat apa mahasiswa aksi kejalan, nambah macet aja" "ah, saya mah gak percaya lagi sama mahasiswa, mereka aja sering bolos dan nyontek" "mahasiswa sama saja dengan buruh, melakukan sesuatu demi uang" apatisme yang tinggi dan ekpektasi tajam ...

Harusnya Kita (Ber) Saudara

Obrolan ringan dalam perjalanan pulang dari tanah abang ke Depok kemarin siang tentang batalnya konser lady gaga di negeri tercinta tapi bukan itu yang mau dibahas sekarang yang jadi tuing ting di kepala malah tentang negara tetangga secara teritorial Malaysia negeri jiran yang menyimpan kearifan yang serupa dengan Indonesia Bahasa, nuansa, rupa dan keanekaragaman yang merumpun kita dalam satu kata : Melayu Sangat berbeda dengan tetangga teritorial yang sebelahnya lagi : Singapura berbeda dalam banyak hal. terlebih tentang kebijakan politik yang pro terhadap investor itu *agak malas nyebutnya* akhirnya laptop dibuka, kabel spee*y dipasang, google chrome dinyalakan dan bertemulah saya dengan artikel yang sepaham dengan apa yang ingin saya tulis dan ceritakan *tentunya dengan bahasa lebih sistematis* Indonesia tidak akan menoleransi tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk menggeser tapal batas. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bic...