Langsung ke konten utama

Duka Sedalam Cinta - Review Jujur

Assalamualaikum
Biasanya saya review hotel atau makanan, pagi ini mau review Film Islami lanjutan KMGP 

-DUKA SEDALAM CINTA-






Malam-malam bawa anak dua kami ke XXI Plaza Depok
Rabu, 25 Oktober 2017 nonton jam 20.45
satu satunya XXI di Depok yang masih tayang filmnya
memang telat si, bukan hari pertama nontonnya
nunggu gajian dulu hahahhaha
jadi baru bisa hari rabu kemarin abis gajian langsung cusss melipir nonton
.
.
pas milih tiket ternyata baru ada 4 seat yang ke booking
wuaa sedih sebenernya film sebagus ini masih kalah sama studio lain
gak masalah emang niatnya mau nonton kok 
.
.
masuk bioskop ternyata gak dingin (lah malah ini yang dikomenin)
.
.
scene awal disajikan pemandangan Halmahera yang Masya Allah
Allahu Akbar deh itu.. gak usah ke Maldives, di Indonesia ada
adegan dengan penduduk lokal salah satu yang saya kagumi
itu beneran begitu ya disana. harmonis banget jadi rindu pemerintahan yang #ahsudahlah
.
.
Next
Kyai Gufron yang saya kira bakal kaku aktingnya ternyata bagussss
pesan pesannya dapet, apalagi tentang "terima kasih"
pas lagi adegan almatsurat sore, eh si haifan ikutan baca, lirik2an dah emak bapaknya di dalem bioskop, secara lagi sepi gitu hahaha
.
.
akting Hamaspun terbilang lebih baik dari film sebelumnya
interaksinya dengan gita sang adik natural banget
apalagi yang perang pel di masjid
Kata suami yang kritikus film "Hamas nih calon aktor besar, potensinya keliatan"
padahal suami kaga doyan banget nonton film indonesia~~~~
.
.
Mas Fi Sabilillah cukup karismatik, pembawaannya juga asik. cuma emang masih berasa baca naskah si saat beberapa adegan puisi (maaf ya masaji)
sama sebenernya tokoh nadia ini berasa sempalan aja, gak ada dia juga ga masalah kok dia ada pas gita mau berjilbab, dia siapa? trus tetiba dia ada lagi di rumah sakit oh baru ngeh dia kakaknya temennya gitu, cuma ya tetep aja gitu deh
malah sebenernya ibunya gagah dan gita yang lebih penting IMHO
.
.
dari semua yang main gak ada yang ngalahin dek manis deh
ini favorit saya sepanjang film. dapet banget ruh karakternya
apalagi yang pas pertama dia dipakein jilbab, ekspresinya itu nyataaa
malah saya nangisnya disitu bukan pas yang lain
apalagi setelah film ini Aquino Umar alias Noy dapet hidayah beneran Masya Allah
Noy & Wulan Guritno ini chermistrynya dapet banget
.
.
secara keseluruhan ini film rekomendid untuk keluarga
konflik kakak adik yang jadi benang merah film ini tetep terjaga
Alur film juga agak ngga biasa 
ehya satu lagi bunda Asma Nadia main juga disini, 
bagian terakhir di pantai kuat banget bunda.. pemain yang 2 lagi kebanting sebenernya
.
.
Congrats Bunda Helvy Tiana Rossa, filmya jadi salah satu alternatif untuk film baik dan saya jadi naksir ke Halmahera hahahaha. Semoga semakin banyak film baik yang tak menggurui seperti ini
.
.
Depok, 26 Oktober 2017
Ditulis dengan cinta, mohon maaf jika ada yang tak berkenan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter Kandungan Depok

Assalamualaikum Dear buibu shalihat para bumil yang lagi cari referensi calon istri yang lagi belajar tulisanku ini untuk kalian yang ingin menjaga Yup kehamilan pertama ini banyak hal yang dipelajari SANGAT BANYAK HAL X) Salah satu yang menjadi konsentrasi saya adalah masalah dokter kandungan aih gak kebayang kalau harus ada laki2 selain suami yg ngeliat organ dalem itu T_T bukan cuma ngeliat tapi juga pegang2 dan masukkan tangannya (kalau lagi PD) karna itu saya amat strik untuk cari dokter kandungan Alhamdulillah di depok kotaku tercinta ini, cukup banyak alternatif Kalau saya sendiri kaya kutu loncat tergantung mood dan kondisi periksanya kalau lagi pengen banget, bela2in ke dokter yg jauh kalau lagi sakit bgt & gak kuat, pasrah ke yang dekat aja ada 3 dokter yang sudah pernah saya periksa 1. Dokter Patmawati Beliau bisa ditemui di RSUD, Klinik di jembatan serong (lupa namanya) sama di Bidan Yuni (Perumahan samping BDN khusus hari kamis utk USG) Dok...

Budaya Komentator

Pernah naik angkutan umum? entah bis kota, busway, commuter line bahkan getek sekalipun sekali - kali cobalah ajak sesama pengguna kendaraan itu berbincang memang dasarnya insan - insan negeri ini kental dengan budaya ramah tamah mayoritas akan dengan tanggapnya menjawab apa yang kita tanyakan gak percaya? ah, saya sering sekali mencobanya awalnya bertanya tentang tinggal dimana, atau beli sepatu dimana lama - lama akan kau dengar keluhan tentang bangsa kita dan uniknya semua orang BISA BERPENDAPAT! ya.. semua pembahasan akan berujung tentang carut marutnya negeri kita miris memang dan biasanya karena wajah saya yang imut - imut mereka bisa mengenali bahwa saya masih mahasiswa "Buat apa mahasiswa aksi kejalan, nambah macet aja" "ah, saya mah gak percaya lagi sama mahasiswa, mereka aja sering bolos dan nyontek" "mahasiswa sama saja dengan buruh, melakukan sesuatu demi uang" apatisme yang tinggi dan ekpektasi tajam ...

Harusnya Kita (Ber) Saudara

Obrolan ringan dalam perjalanan pulang dari tanah abang ke Depok kemarin siang tentang batalnya konser lady gaga di negeri tercinta tapi bukan itu yang mau dibahas sekarang yang jadi tuing ting di kepala malah tentang negara tetangga secara teritorial Malaysia negeri jiran yang menyimpan kearifan yang serupa dengan Indonesia Bahasa, nuansa, rupa dan keanekaragaman yang merumpun kita dalam satu kata : Melayu Sangat berbeda dengan tetangga teritorial yang sebelahnya lagi : Singapura berbeda dalam banyak hal. terlebih tentang kebijakan politik yang pro terhadap investor itu *agak malas nyebutnya* akhirnya laptop dibuka, kabel spee*y dipasang, google chrome dinyalakan dan bertemulah saya dengan artikel yang sepaham dengan apa yang ingin saya tulis dan ceritakan *tentunya dengan bahasa lebih sistematis* Indonesia tidak akan menoleransi tindakan negara lain yang mengancam kedaulatan, termasuk menggeser tapal batas. ”Tidak ada kompromi soal kedaulatan,” kata Juru Bic...