Senin, 07 Mei 2012

Galau jadi kacau


*tulisan lama, semoga masih tetap bergizi*

Ikhwah juga manusia.
Kata – kata yang seringkali kudengar di berbagai tempat
Memanusiakan manusia adalah hal yang tepat
Tapi bukan mengeksplor kekurangan di depan publik

Galau
Kata yang menjadi fenomena belakangan ini
dan tak bisa dihindari juga menjangkiti para aktivis di dalamnya
Miris memang

Secara harfiah galau berarti sibuk beramai – ramai, ramai sekali, kacau tidak keruan (pikiran)

Tak luput, diri ini mengalaminya
Saat beban ini tak kuat tertanggung
Saat saudara yang menguatkan justru menjadi seteru terbesar
Saat ruhiyah tak lagi lahap menyantap makanannya
Saat kata – kata yang terucap semakin menyayat relung
Saat sapaan justru menjadi hal yang ditakuti

Galau tak terperikan semakin akrab
Menjadi teman dekat yang kian lekat
Seakan membabat semua ingatan akhirat

Wajar sebenarnya bila kita merasakan itu
Di usia segini (ya anggap saja 20 tahunan)
Kita sedang merasakan masa – masa transisi dari remaja menjadi dewasa
Uhuy

Ada sebuah iklan yang bilang “Tua itu pasti, dewasa itu pilihan”
Disinilah dituntut kedewasaan kita untuk menghadapi tantangan hidup
Seperti si galau ini

Bila hal ini tidak disalurkan ke arah yang lebih positif
Yang terjadi justru pengerdilan potensi pemuda
Apalagi ditambah kemajuan teknologi dalam hal ini jejaring sosial yang kian mewabah
Tak terelakkan para pemuda dan ternyata ada kader juga, yang lebih memilih mengungkapkan kegalauannya di tembok ratapan (baca : Wall FB)

Astaghfirullah
Saya tak mau menjudge orang – orang yang menggalau baik di dunia maya atau di dunia nyata itu lebih buruk dari saya
Hanya Allah yang tau tingkat keimanan seseorang

Tapi apakah tidak lebih baik bila kegalauan itu disalurkan secara positif?
Emang bisa lagi galau nyalurin secara positif?

Tenang sobat hebat dahsyat mantap
Setiap masalah pasti ada solusinya
Tips – tips biar galau gak bikin kacau menurut pengalaman pribadi saya
Cekidot
Pertama,
Istighfar sebanyak – banyaknya. Kalo belom terasa getaran istighfar jangan berhenti dulu.
Barangkali kegalauan yang kita rasakan adalah efek maksiat yang kita lakukan.
Karena itu mintanya sama Allah aja untuk mengampuni dosa yang mungkin kita lupa.
Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang

Kedua,
Tilawah aja.. beneran deh, ampuh untuk mengatasi galau.
Abis tilawah langsung taddabur atau cari tafsir.
Biar makin sadar tujuan kita di bumi ngapain.
Sayang banget waktu kita terbuang untuk ngegalau atau bikin status gak jelas

Ketiga,
Nulis. Daripada dilihat sama semua orang dan dibaca adik kelas yang akhirnya menginspirasi mereka untuk galau juga, lebih baik ditulis aja.
Gak usah dipublish.
Cukup jadi koleksi pribadi.
Suatu saat bila membaca tulisan tersebut, akan menertawakan diri sendiri deh

Keempat,
Ketemu orang – orang yang (insya Allah) shaleh
Ketika bertemu dengannya seakan terbawa nuansa kematian
Horor banget yak?
Gapapa deh.
Setidaknya ketika bertemu dan bisa sharing,
Buka hati lebar – lebar untuk menerima tausiyah2nya
Ayo kawan, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran

Kelima,
Berkontemplasi. Menyendiri beberapa saat untuk mengevaluasi diri ke belakang
Cari penyebab kita galau.
Mungkin karena jauhnya kita sama Allah?
Kebanyakan tertawa?
Sering meremehkan dosa – dosa kecil?
Atau kena penyakit hati?
Sobat, gak ada manusia yang sempurna.
Imanpun fluktuatif.
Jangan – jangan kefuturan yang tidak diobati yang menjadi penyebabnya

Keenam,
Baca shiroh, buku – buku penyemangat.
Pelajari lagi bagaimana Rasulullah hidup. Para sahabat memperjuangkan islam.
Ingatkah dengan Muhammad Al Fatih sang penakluk konstantinopel?
Di usianya yang begitu muda, ia berhasil mengalahkan kegalauannya dan menjadi pasukan terbaik yang Rasulullah pernah sebut.

Terakhir
Bila kegalauan belum juga reda.
SAUM GAN!
Syahwat ente buat  galau dikandangin dulu.
Puasa dalam arti sebenarnya, menahan segala hawa nafsu termasuk untuk galau
Jangan kaya pemuda yang gak ngerti Islam yang mengumbar segala sesuatu pada publik
Inget inget lagi, gimana kalo objek dakwah kita yang nyaris tertarik di barisan perjuangan,
Jadi mental gara – gara ngeliat kelakuan kita yang gak sesuai dengan kata – kata kita
Waspada kaburo maqtan.

Jangan sampai hidup kita jadi KACAU karena keGALAUan itu kita pelihara
Bangkit dan bergeraklah
Sungguh banyak yang bisa kau raih bila kau mengusahakannya.

Bayangkan bila sehari kita galau
Berapa banyak lembaran Al – Qur’an yang kita lewatkan?
Berapa banyak saudara yang kita acuhkan?
Berapa banyak aktivitas yang kita tinggalkan?
Semua itu akan membawa kepada keterpurukkan

Gak mau nyeselnya di akhirat nanti kan?
Semangat bergerak untuk umat

#Depok 14 Juli 2011
Tak ada alasan bagimu untuk (kelamaan) galau

1 komentar: