Senin, 01 Oktober 2012

Ingin Bayi Sehat dan Cerdas? Beginilah Cara Mengasuhnya.


Lelah dan mengantuk berat, hal yang lazim di alami oleh ibu-ibu yang baru melahirkan bayi mungil mereka. Siang bayi-bayi itu tidur, malam sering terbangun. Bangun karena basah popoknya, atau lapar dan haus.
Hari-hari sang ibu dikendalikan oleh bayi mungil mereka. Jadwal harian menyesuaikan dengan jadwal para bayi. Mengapa demikian? Mengapa

sang ibu “mengalah” pada bayi mereka. Tidak lain tidak bukan dikarenakan para ibu dengan sigap menyiapkan dirinya untuk segera memenuhi kebutuhan bayi.
Sudah fitrah sang ibu merawat, mengasuh dan berusaha membahagiakan buah hati. Bayi menangis, segera diperiksa pakaiannya apakah basah, atau sekedar lapar. Direngkuh, diayun, disusui, hingga bayipun kembali terlelap tidur.
Kelelahan yang mendera sang ibu ini ternyata memilii sejuta manfaat untuk masa depan si kecil. Jadi dengan niat yang ikhlas langkah para ibu untuk terus lekat dengan buah hati, merawat dan mengasuhnya dengan sungguh-sungguh tidak akan sia-sia di dunia dan akhirat.

Berdasarkan penelitian, bayi yang lekat dengan lingkungannya, dirawat dan diasuh dengan baik memiliki hormon kortisol dengan keseimbangan yang terbaik.

Hormon kortisol adalah hormon yang diproduksi saat tubuh mengalami stress. Bayi-bayi yang ditolak, tidak dirawat dan dipenuhi kebutuhannya mengalami jumlah hormon kortisol yang melonjak. Dalam jangka panjang, hormon kortisol yang berlebih akan menunurunkan imunitas sang bayi.

Selain itu bayi yang memiliki interaksi yang baik dengan lingkungan sekitarnya, akan mengalami perkembangan otak yang baik. Neuron-neuron yang merupakan sel penyampai informasi dalam otak, akan saling terkait dalam jumlah yang banyak sesuai dengan kualitas interaksinya dengan lingkungan. Semakin baik kualitasnya, semakin banyak neuron yang membentuk hubungan, demikian sebaliknya.
Hingga akhirnya Dr.Sears mengatakan bahwa mainan terbaik yang akan mencerdaskan bayi adalah “manusia”_orang-orang di sekitar bayi yang telaten dan sigap merawat dan mengasuh mereka. Cukuplah menurut Sears, jika ingin bayinya cerdas, bermodalkan dua gendongan, satu untuk ayah dan satu untuk ibu:).


Referensi:
Sears, Menggendong Itu Perlu (2009)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar